Tim SAR mengevakuasi jenazah mahasiswi asal Kisaran yang hanyut di Langkat.

Mahasiswi Asal Kisaran Ditemukan Tewas Setelah Hanyut di Sungai Bingei Langkat

Maraden | Daerah | 13-09-2021

PARBOABOA, Langkat – Seorang wanita asal Sentang Kisaran Timur Kab. Asahan, Khirunnisa Alhady Hasibuan (21) ditemukan dalam keadaaan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus Sungai Sei Berte, tepatnya di objek wisata Pelaruga, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, pada hari Minggu (12/9/221) sekitar pukul 08.00 WIB.

Korban sempat dinyatakan hilang sejak Sabtu (11/9/221) sekitar pukul 15.00 WIB, sebelum akhirnya ditemukan sekitar 17 jam kemudian.

Mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di kota Medan itu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Komandan Regu Rescuer Kantor SAR Medan Ardika Ermansyah Putra mengatakan, tim menemukan korban sekitar 200 meter dari lokasi awal hanyutnya korban.

“Kita langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan diserahterimakan ke pihak keluarga untuk selanjutnya disemayamkan dirumah duka,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (12/09/2021).

Sementara itu, Kabbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Minggu (12/9/21) mengungkap kronologi awal hingga akhirnya korban meninggal.

Dijelaskannya, korban bersama 3 temannya berangkat dari kostnya di kawasan Sunggal Medan dengan mengendarai dua unit sepeda motor.

Saat tiba di Desa Eplasmen Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingei, petugas pos penyekatan wisata meminta agar tidak melanjutkan perjalanan karena masih dalam masa PPKM. Oleh personil penyekatan, korban dan temannya disuruh putar balik arah ke Medan.

Namun korban dan temannya menghubungi seorang pemandu wisata bernama Timotius PA yang sudah mereka kenal melalui media sosoal.

Selanjutnya Timotius PA bersama temannya, menjemput korban dan temannya dengan cara membonceng mereka hingga seolah-olah mereka terlihat seperti warga lokal demi bisa melewati Pos penyekatan.

Korban bersama 3 rekannya pun sampai ke Sungai Sei Berte.

Saat korban tengah asyik, secara tiba-tiba air sungai meluap dan naik hingga ketinggian 1 meter melampaui pinggiran sungai dan seketika air sungai yang cukup deras itu langsung menghempaskan tubuh korban dan rekannya.

Rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun korban terbawa arus sungai dan hanyut.

Pemandu wisata itu sempat mencoba melakukan pertolongan kepada korban, namun akibat derasnya air sungai membuat korban hanyut terbawa arus.

“Pemandu wisata sudah berusaha menyelamatkan, namun karena arus cukup deras, korban terlepas dan terbawa arus” terangnya.

Tag : #daerah    #langkat    #asahan    #kisaran    #mahasisiwi    #hanyut   

Baca Juga