Jubir Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi

Kemenkes Akui Akan Terjadi Penurunan Imun Vaksin Shinovac Setelah 6 Bulan

maraden | Kesehatan | 29-07-2021

PARBOABOA, Jakarta – Kementrian kesehatan RI ahirnya buka suara. Kemenkes mengakui adanya penurunan Imun vaksin Shinnovac setelah 6 bulan disuntikkan.

Seperti diketahui vaksin virus Corona yang paling banyak dipakai di Indonesia saat ini adalah Shinovac.

Namun, imunogenisitas atau hasil kadar imun dari vaksin Sinovac disebut akan menurun setelah 6 bulan usai seseorang disuntik penuh dan efikasinya baru mencapai 65%. Sehingga tindakan pemberian imun booster dibutuhkan demi menstabilkan fungsi vaksin tersebut.

Hal ini merupakan riset yang telah dilakukan di negara China dan Indonesia.

Juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi membenarkan fakta tersebut, Tetapi ia tetap memastikan vaksin Sinovac masif terbilang efektif untuk memerangi virus corona.

“Penurunan imunogenisitas terjadi, tapi masih efektif sampai saat ini,” kata Nadia kepada awak media, Rabu (28/7).

Sementara itu, saat ini para tenaga kesehatan sudah mulai diberikan booster vaksin sebagai dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna.

Adapun fungsi dari booster vaksin yakni memberikan perlindungan ekstra bagi mereka yang tengah berjuang di garda depan menangani lonjakan pasien COVID-19. Terlebih apabila adanya fakta imunogenisitas penerima vaksin Sinovac turun setelah 6 bulan.

Kendati demikian belum ada rencana untuk memberikan booster vaksin corona kepada masyarakat umum. Nadia memastikan hal itu setidaknya hingga saat ini .

Ia menegaskan prioritas utama pencapaian target vaksinasi bagi 208 juta penduduk Indoneisa baru untuk dosis pertama dan kedua saja. Sedangkan untuk dosis ketiga atau booster masih diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan.

“Kepada umum sampai saat ini tidak kita berikan, ya. WHO sendiri tetap merekomendasikan untuk percepatan vaksinasi dosis 1 dan 2 terkait juga  keterbatasan vaksin.“ jelas Nadia.

“Karena semakin banyak orang yang telah mendapatkan vaksin lengkap dua dosis maka laju penularan dan pandemi dapat dikendalikan,” tandas dia.

Sebelumnya, penurunan imunogenisitas vaksin Sinovac diungkap oleh Guru Besar FK Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil.

Kusnadi mengungkapkan bahwa Shinovac akan menurunkan Imun setelah 6 bulan penyuntikan, maka dari itu dibutuhkan suntikan ketiga yakni booster terhadap para penerima vaksin ini.   

 

 

Tag : #tokoh    #covid19    #nasional    #kesehatan   

Baca Juga