Berbagai jenis motor bekas dijual dipasaran.

Jangan Terburu-buru, Sebelum Membeli Motor Bekas Pahami dulu Tipsnya Berikut Ini

Maraden | Otomotif | 24-09-2021

PARBOABOA – Dalam kondisi ekonomi yang sulit sekarang ini seringkali pilihan untuk membeli kendaraan bekas menjadi lebih baik ketimbang memilih motor baru. Apalagi di masa pandemi yang tak kunjung berakhir ini membuat sebagian masyarakat indonesia harus putar otak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di jaman yang serba sibuk dan selalu diburu waktu ini, kendaraan menjadi perangkat utama yang diperlukan demi menembus jarak dan menghemat waktu.

Salah satu kendaraan yang efektif saat ini dalam menembus kemacetan kota adalah sepeda motor. Namun jika belum memiliki cukup tabungan bisa membeli motor bekas saja.

Membeli motor bekas membutuhkan ketelitian juga tidak boleh terburu-buru karena diperlukan kesabaran dalam memilih motor yang tepat. Harga motor bekas meskipun tidak semahal motor baru, namu buth uang yang tidak sedikit juga untuk membeli motor bekas. Jadi, jangan sampai terjadi kekecewaan lantaran tidak memilih motor secara teliti.

Berikut beberapa tips membeli motor bekas yang akan membantu anda menemukan motor idaman.

1. Tentukan Jenis Motor yang Ingin Dibeli

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah menentukan jenis motor apa yang ingin dimiliki.

Untuk tahu apa motor yang cocok bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, jika anda ingin menggunakannya untuk transportasi ke tempat kerja, dengan perjalanan jarak jauh setiap hari, membeli motor dengan cc besar bisa jadi pilihannya. Namun, jika motor digunakan untuk area perkotaan saja, motor matik dengan cc kecil bisa jadi pilihan.

2. Pelajari Harga Pasaran Motor

Penting sekali untuk mengetahui harga pasaran motor baru dan bekas agar tidak tertipu oleh pedagang yang curang.

Tak da salahnya juga melihat-lihat daftar kisaran harga di market online atau di website otomotif yang biasa menyajikan harga-harga terbaru motor bekas.

3. Jangan Terburu-buru Melakukan Pembayaran

Hindari memberikan DP atau uang muka tanpa mengecek motor terlebih dahulu. Jangan hanya karena motor yang diidam-idamkan dijual dengan harga murah lantas membuat anda terlalu bersemangat, padahal belum memastikan kondisi fisik kendaraan itu sendiri. Apalagi jika anda membeli secara online dan diharuskan transfer untuk uang muka.

4. Memilih Penjual Motor yang Terpercaya

Selain tidak terburu-buru, anda harus selektif saat memilih penjual. Perlu mencari tahu di manakah penjual yang terpercaya dan jujur dan bagaiman track record si penjual tersebut.

Sharing dengan rekan yang pernah membeli motor bekas juga akan menambah referensi anda dalam menetukan tempat membeli motor bekas idaman.

Hal ini untuk menghindari penyesalan diman saat ini banyak penjual yang tujuannya adalah menipu konsumennya.

5. Jangn Lupa Memeriksa Kelengkapan Surat Kendaraan

Jika sudah yakin dengan penjual dan melakukan pengecekan kondisi motor, ada beberapa hal lain yang harus dilakukan. Pertama adalah soal kelengkapan surat-surat kendaraan. STNK dan BPKB harus sesuai dengan plat motor dan nama pemilik.

Hindari pembelian motor tanpa surat-surat dengan alasan apapun, seperti surat yang masih diurus di Samsat, atau surat yang tertinggal dikampung dan akan menyusul. Jika belum lengkap, ada baiknya suruh si penjual melengkapi telebih dahulu surat-surtnya sebelum menjualnya.

6. Mencocokan Nomor Rangka dan Mesin

Setelah mengecek keaslian STNK ddan BPKB, selanjutnya anda perlu mencocokkan keterangna pad surat-surat itu dengan fisik motor. Anda perlu mengecek nomor mesin dan rangka pada motor, apakah sesuai dengan yang tercetak pada surat-suratnya.

Jika bagian ini terlewatkan bisa berakibat sangat fatal. Apalagi bila nomor tidak cocok pada surat sebaiknya jangan dibeli karena mungkin saja kendaraan tersebut hasil curian.

Anda juga perlu memperhatikan cetakan nomor mesin maupun nomor rangka pada motor. Yakinkan bahawa nomor yang tercetak pada blok mesin tersebut adalah cetakan pabrik dan bukan dibuat dengan cetakan manual di bengkel-bengkel modifikasi. Jika angka nomor mesin atau nomor rangka tidak rapi dan huruf dana angkanya terkesan asal-asalan, bisa saja itu nomor yang sudah dipalsukan dengan cara diketok di bengkel modifiksi. Untuk lebih meyakinkan tidak salah membawa orang yang suah berpengalaman dalam melakukan pengecekan motor, seperti montir kenalan.

7. Mengecek Keadaan Bodi Motor

JIka surat dan nomor sudah sesuai maka dilanjutkan pengecekan pada kondisi fisik motor. Kondisi yang bagus tentu saja bebas goresan, penyok, atau retak yang menjadi tanda kendaraan pernah jatuh atau bertabrakan. Periksa juga apakah semua suku cadang yang digunakan masih asli dan tidak ada perubahan.

8. Mengecek Kondisi Oli

Cek apakah jumlah oli berlebihan atau tidak. Oli yang kondisinya masih bagus akan bekerja baik dalam meredam suara mesin. Langkah ini penting agar tahu bahwa kendaraan masih menggunakan oli yang bagus.

9. Menyalakan Mesin

Dalam mengecek motor bekas, tidak ada salahnya anda menghidupkan kendaraan. Tidak perlu mengggeber gas atau membuat rpm tertingggi, cukup mendengarkan saja apakah suara mesin masih halus dan kedengarannya sehat.

Selain itu biasanya mesin yang dinyalakan dengan putaran mesin di bawah 1500 rpm tanpa menarik tuas gas akan terlihat apa bermasalah atau tidak. Jika mesin tiba-tiba mati artinya ada masalah pada mesinnya.

10. Mengecek Fungsi Speedometer

Speedometer harusnya tak luput dari pengecekan saat membeli motor bekas. Speedomoter harus bisa bekerja dengan baik saat motor dijalankan. Itu karena fungsinya sangat penting untuk motor.

Selain itu indikator di panel seperti indikator bahan bakar, lampu dan penghitung jarak tempuh juga harus berfungsi. Pastikan kondisi semua panelnya tidak bermasalah.

Tag : #otomotif    #tips beli motor bekas    #tips membeli motor bekas    #motor bekas    #beli motor    

Baca Juga