Gunung Ile Lewotok Erupsi, Hutan dan Lahan Disekitar Lereng Terbakar

Gunung Ile Lewotok Erupsi, Hutan dan Lahan Disekitar Lereng Terbakar

sondang | Daerah | 30-07-2021

PARBOABOA,NTT – Terjadi kebakaran di hutan dan lahan (karhutla) yang diakibatkan oleh lontaran lava pijar erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Karhutla berlokasi di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah daerah telah melakukan upaya pemadaman api sejak dini guna menghadapi api yang membakar kawasan hutan dan lahan di lereng gunung.

Namun api kini belum dapat dikendalikan sepenuhnya karena petugas yang dibantu masyarakat setempat hanya menggunakan peralatan manual.

“Keterbatasan peralatan pendukung dan kendala fisik di lapangan, termasuk titik-titik api tersebut masih berada dalam kawasan rawan bencana, radius 3 km dari puncak gunung,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali dalam siaran pers BNPB.

Pemerintah Kabupaten Lembata telah meminta dukungan dari BPBD Provinsi NTT untuk melakukan pemadaman udara dengan helikopter.

"Menyikapi situasi tersebut, Kepala BNPB telah memerintahkan jajarannya untuk menggerakkan helikopter _water-bombing_ untuk membantu pemadaman dan mencegah potensi kejadian serupa mengingat kondisi Gunung Ile Lewotolok masih aktif," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Ile Lewotolok mengalami erupsi yang disertai dentuman kuat dan lontaran lava pijar pada Rabu (28/7) pukul 00.00-06.00 Wita.

Material vulkanik terlontar hingga 700-800 meter ke arah selatan-barat daya. Saat itu, asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal serta tinggi sekitar 50 hingga 1.000 meter dari puncak gunung.

Hal ini dikhawatirkan dapat mengancam rumah-rumah adat, lahan dan pemukiman warga setempat.

Terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak gunung. 

Tag : #bencana-alam    #daerah    #nasional   

Baca Juga